kalo ditanya orang yang baru dikenal, pasti pasti pasti akan keluar pertanyaan.. “kerja dimana?”
dan biasanya pertanyaan ini either gue lirik ke temenku disebelahku dan akhirnya dia menjelaskan sebenernya apa yang aku kerjain, atau, gue akan menjawab ” perempuan pemalas yang suka bermalas-malasan dan berbelanja.. ”
i don’t really like answering this question, because sebenernya pekerjaan-ku ini apa?
i just like doin what i’m doin, either less apa pekerjaan ini juga membingungkan deskripsinya..
business owner? juragan? pengusaha? kok rasanya gak enak ya.. secara ini sebenernya pekerjaan creative, tapi kok label-nya kayak pakar apaan aja… kekekkekekee….
kalo dibilang seperti ituh gue langsung ngebayangin kerja di kantor mewah, punya anak buah yang banyak, ketemunya sama orang-orang yang berdasi, yang strict-lah…
lha, sementara, ini aja gue ngetik-nya ngadep halaman taman rumah, kekekekek.. jam 3.30 sore, jam dimana semua temen-temen gue pengen cepet-cepet keluar kantor dan main, kekkekeke….
kalo dibilang pengangguran, pasti ditanya, suami-nya mana, punya anak berapa? lha, kalo single n pengagguran ternyata juga aneh yah, lebih acceptable kalo udah punya suami dan ngurus anak rupanya….
lha, secara ane suka nyari duit sendiri, mana betah dapet duit bulanan dari seseorang…
emang suka aneh strata social kita… hehehhe…
not that i’m really complaining, tapi akhirnya selalu kembali ke pertanyaan dasar ituh lagi…
” kerja di mana?”
Lama-lama ini otak mikir juga, kalo gak ada anak-anak yang bisa jelasin, ataupun ini orang yang diketemuin kagak bisa dibencadain bilang ane perempuan pengangguran…
akhirnya mengerti juga arti profesi “designer”. dan nampaknya pas dengan current situation ay.
secara creative menngekspresikan hal-hal/isyu-isyu sosial yang ada di lingkungan kita, dan terus menerus bereksporasi untuk berkomunikasi dengan lingkungan/pemerhati hasil akhir si designer.
anjrit, bahasanya berat amat, even for designer tas.. kekekkee.. tapi memang akhirnya gue merasakan apa yang gue tulis di atas.
i do literally a lot get my influence from my surrondings, my friends, early global trends, such and such…
i believe semua orang bisa menghasilkan sesuatu yang bagus, selama bisa menemukan hasil akhir yang bagus, walaupau bukan hasil creative/pemikiran sendiri.. semua orang bisa menjiplak, that’s true.
tapi orang-orang yang creative? lha, ini lain lagi ceritanya… apalagi orang yang secara estetika terus menerus evolving dan menciptakan either hasil karya yang spektakuler, ataupun yang bisa diterima sama komunitas-nya ataupun sama lingkungannya.
yang everytime pushing people’s bundaries, and make you think. look closely. syukur-syukur karna menghargai hasil karya (bukan hasil jiplakan yaks), makanya beli.
yang akhirnya karna terjadi pertukaran nilai (karyanya dibeli) maka tetep membuat si designer terus crative dan menghasilkan karya-karya yang lainnya.
nah.. that’s what i would like to be.
and kalau ituh judulannya nama profesi-nya “designer”, then let it be.
i’m a designer then.